Merk X mendapat sertifikat halal untuk produk jilbabnya. Lebih tepatnya untuk kain yang digunakan. Dimana halalnya??


Menurut merk X, dalam proses pencucian kain digunakan zat emulsifier. Emulsifier ada yang terbuat dari tumbuhan dan ada yg dari hewan. Hewan bisa dari sapi dan bisa juga dari babi. Untuk merk X, kainnya menggunakan emulsifier dari tumbuhan, maka disinilah letak halalnya.
Sudah banyak produsen yang aware akan status halal. Ini seharusnya kita apresiasi, sayangnya kok malah pada kebakaran jenggot dengan hadirnya jilbab halal.

"Lha apa jilbab lain gak halal? Selain merk X berarti haram dong!"

• Eits, ya gak gitu! Sama halnya dengan kuas halal. Apa yang gak ada logo halalnya PASTI dibikin dari bulu babi? Kan ya belum tentu.

"Apaan sih, jilbab kok ada label halal. Emang mau dimakan?"

• For Your Information, hewan yang namanya babi itu haram dimanfaatkan untuk apapun: gak boleh ternak babi, gak boleh make kosmetik yang mengandung babi,gak boleh jual beli kuas cat dari bulu babi, dll. Jadi gak cuma sebatas bahan makanan aja.

Tau Singapura?
Negeri tetangga kita yang mayoritas penduduknya non islam itu lho.
Kamu berhijab, masuk resto di Singapura. Kalo itu resto pake minyak ato ada menu yg pake daging babi, pelayannya bakal nyamperin kamu dan bilang kalo masakan restonya non halal.

Hebat kan.
Trus kamu keluar dari resto itu, cari tempat lain. Di pinggir jalan ada yang jual sosis ayam (ada tulisannya 'chicken sausage'). Kamu pesen satu. Eh, yang jual bilang "maap, ini gak halal". Terus kamu nanya, "ini sosis ayam kan?"
Sama bakulnya dijawab, "iya, sosis ayam. Tapi selongsong/kulit sosisnya dari babi"
Wow...mantap bener si bakul. Tau detil dagangannya.

Oke, ga jadi beli sosis. Akhirnya kamu jalan lagi cari makanan. Nemu warung ayam bakar. Jualannya cuma ayam aja, ga ada masakan lain. Amaan. Tapi begitu masuk ternyata dikasih info sama pemiliknya, "maaf, ini tidak halal untuk kamu". Bingung dong..apa iya bikin ayam bakar pake minyak babi? Lalu si pemilik menjelaskan, "ayam kami dipotong gak sebut bismillah".

Widiih... merinding saya dengernya.
Ini non muslim lho, tapi peduli bener sama kebutuhan kaum muslim akan sesuatu yg halal.
Lha kita?? Negara dg mayoritas muslim, ada jilbab ngurus label halal malah dibully! Iki pie jal?!
(Note: peringatan dari org2 Singapur tersebut akan didapat HANYA jika kamu -cewek- pake jilbab. Jadi meski kamu islam tapi klo gak berhijab, ya gak bakal dikasih tau wong mereka gak ngerti agamamu apa. *Another benefit of using hijab*)

Ayok ah. Biasain baca, cari informasi, nanya. Jangan komplain dan nyinyir melulu.
Itu kenapa kosmetik ada logo halal? Cari dimana letak halalnya.
Itu kenapa ada cat pake logo halal? Cari dimana letak halalnya.
Itu kenapa ada tas berlogo halal? Cari dimana letak halalnya.

Jadikan ilmu pengetahuan untuk kita.
Hukum dasar muamalah adalah mubah. Jadi selama tidak ada dalil yang mengharamkan, maka hukum suatu produk adalah BOLEH.

Tidak perlu mempersulit diri. Adalah lebih baik jika kita memilih produk2 yang ada logo halal, tapi bukan berarti kita harus curiga atau paranoid terhadap produk2 yang tidak ada logo halal.
Iklan dibawah ini jadikan aja introspeksi diri.
Gak perlu lah diangkat jadi kontroversi.
Mari stop berasumsi.


sumber : facebook.com/martha.melliana/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Merk X mendapat sertifikat halal untuk produk jilbabnya. Lebih tepatnya untuk kain yang digunakan. Dimana halalnya??"

Post a Comment