HEBOH CANDI BOROBUDUR ADALAH PENINGGALAN NEGARA ARAB....!! seorang sarjana muslim kenamaan dari Jakarta yakni Prof Fahmi Basya perihal Candi Borobudur sebagai warisan sejarah islam ..




Saat lebih dari satu tahun waktu lalu saya temukan artikel yang di-release oleh seseorang sarjana muslim kenamaan dari Jakarta yaitu Prof Fahmi Basya tentang Candi Borobudur sebagai warisan peristiwa islam yang agung, saya fikir itu satu ide yang mengada-ada bahkan juga tidak lebih sebagai satu kekonyolan belaka. Artikel yang ada dalam buku “Matematika Islam 3” itu demikian menghebohkan dunia Islam di Indonesia saat itu sesudah dengan berencana di-blow-up dengan dimuat beragam media bikin, on-line serta TV, bahkan juga jadi trending –topic di penduduk sepanjang berbulan-bulan lamanya. 

Namun, kendati begitu gampang klaim itu bisa di mentahkan melalui cara yang begitu simpel, namun nyatanya “klaim” itu tetaplah berupaya dipertahankan sampai saat ini bahkan juga saya tadi pagi (21 Oktober 2013) pernah memerhatikan dalam satu tayangan TV swasta, yang minturut anak saya tayangan itu menjadi pengulangan yang ke demikian kali!!. Kini, keseriusan Sang Professor Fahmi itu terlihat sekali dengan dipertunjukkannya ayat-ayat Quran sebagai bahan alasan sang Professor itu.... 

Klaim Sang Professor Fahmi sebagai berikut : 
Candi Borobudur sebagai peninggalan peristiwa Islam. 
Candi Borobudur di bangun Nabi Sulaiman (Yahudi) dengan dukungan setan/jin. 
Wonosobo yaitu asal Ratu Seba. 
Kota Sleman datang dari nama Nabi Sulaiman. 
Relief di Candi Borobudur sebagai penggambaran theologis Islam. 

Namun mari berbarengan memakai akal sehat barang sesaat bakal beberapa hal simpel yang malah segera mementahkan klaim muslim di atas : 
Semua Nabi Tuhan mulai sejak awal mulanya lahir serta di besarkan dengan kebiasaan Agama Yudaisme/Yahudi lantaran tentu menjadi keturunan Yahudi. 
Islam dibawa serta sebarkan oleh Muhamad dari suku Quraish dari tanah Arab 600-an th. Sesudah Masehi. 
King Solomon/Nabi Salomo yang yaitu Raja Israel anak Nabi Daud yaitu penganut Yudaisme yang oleh muslim dikatakan sebagai Nabi Sulaiman hidup serta berkuasa di tanah Israel pada 1000 th. Sebelumnya Masehi. 
Ratu Seba yaitu penguasa daratan Etiopia yang saat itu dimaksud lokasi Seba pada saat King Solomon hidup. 
Borobudur di bangun oleh Maharaja yang datang dari Wangsa Syailendra (Buddha) sebagai penguasa tanah Jawa pada kurang lebih 900 th. Sesudah Masehi. 
Sumber cerita pada relief pada dinding Candi Borobudur sebagai pahatan perjalanan hidup Sang Buddha, dan cerita peperangan khas dari India. 


Dari pojok pandang orang bodoh manapun, asal masih tetap mempunyai akal sehat, siapa saja pasti tak dapat merangkai ke-2 hal bertolak belakang yang saya paparkan di atas. Hal semacam ini menyerupai peristiwa saat pihak kementerian pariwisata Malaysia “mengklaim” kalau Reog Ponorogo sebagai punya Malaysia. Walaupunpun mesti disadari kalau atraksi Reog yang diklaim pihak Malaysia memang sungguh-sungguh lahir serta dipertunjukkan oleh warga mereka sendiri tapi mereka tak dapat menghindar kalau “mereka” datang dari Ponorogo Jawa Timur. Akan tetapi, Malaysia tak dapat demikian saja mengkalim kalau Reog Ponorogo sebagai punya dia. Walaupunpun pada mulanya demikian ngotot, pada akhirnya pihak Kementerian Pariwisata Malaysia saat itu tak dapat berkutik saat pada mereka diserahkan satu catatan peristiwa otentik yang tercatat pada buku “Sejarah/Babad Tanah Jawi” yang berisi cerita “Bagaimana Atraksi Reog Ponorogo Lahir” sebagai bentuk tidak setuju penguasa/adipati Ponorogo atas Prabu Brawijaya yang jadi lebih lemah dalam memerintah negeri lantaran dampak salah satunya selirnya yang muslim yang datang dari daratan Cina yang berencana disusupkan beberapa Wali penyebar agama Islam di tanah Jawa buat maksud merongrong serta menggulingkan kekuasaan Majapahit Hindu/Buddha jadi bercorak Islam. Kecemasan Adipati Ponorogo dapat dibuktikan benar saat dari selir itu lantas lahir Raden Patah yang masa datang atas hasutan beberapa wali penyebar agama islam selanjutnya memberontak serta menggantikan kekuasaan ayahandanya serta memindahkan kekuasaan pemerintahan Majapahit ke Demak. 

Lihat begitu nekat pihak muslim dalam klaimnya itu seperti yang salah satunya saya kutip ini : 
Borobudur menjadi miniatur Al-Quran, Borobudur berceritera perihal hal yang bersesuaian dengan Al-Quran melalui cara yang tidak sama. Al-Quran berceritera perihal satu hal dengan bhs syair, tengah Borobudur menceritakan perihal hal yang sama seperti bhs teater berbentuk Relief. 
Puncak Borobudur dengan satu Stupa besar, di sekitarnya ada relief yang melukiskan ceritera yang bersesuaian dengan Surat ke 1 (satu) di Al-quran. 
Lantai dua dari atas ada 8 (delapan) Stupa, di sekitarnya ada relief yang menceriterakan satu hal yang bersesuaian dengan Surat ke 8 (delapan) di Al-Quran 
Lantai tiga dari atas ada 16 (enam belas) Stupa, di sekitarnya ada relief yang menceriterakan satu hal yang bersesuaian dengan Surat ke 16 (enam belas) di Al-Quran 
Lantai empat dari atas ada 32 (tiga puluh dua) Stupa, di sekitarnya ada relief yang menceriterakan satu hal yang bersesuaian dengan Surat ke 32 (tiga puluh dua) di Al-Quran 
Lantai lima dari atas ada 64 (enam puluh empat) Stupa, di sekitarnya ada relief yang menceriterakan satu hal yang bersesuaian dengan Surat ke 64 (enam puh empat) di Al-Quran 
Lantai enam dari atas (lantai basic) ada 72 (tujuh puluh dua) Stupa, di sekitarnya ada relief yang menceriterakan satu hal yang bersesuaian dengan Surat ke 72 (tujuh puluh dua) di Al-Quran 

Dari kesesuain relief Borobudur dengan Al-Quran di atas, rasa-rasanya lebih masuk akal kalau negri Syain yang disebut nabi Muhammad SAW yaitu negri Syailendra. 

Kenapa relief di Borobudur kelihatannya bersesuaian dengan klaim Prof Fahmi Basya? 

Klaim muslim terlihat seperti masuk akal bukan?? Namun, marilah dewasa sedikit. Marilah kita buang kacamata kuda kita serta memandang keluar sana, sekali lagi agama Buddha lahir dibawa Siddharta Gautama di India kurang lebih 5000 th. Sebelumnya Masehi dengan mempunyai tehnologi yang menakjubkan termasuk juga matematika. Sedangkan Islam sekali lagi dibawa Muhamad kurang lebih 600 th. Sesudah Masehi. Pengaruh penguasaan Buddha India sampai daratan Arab dengan bukti peristiwa berwujud 7 (tujuh) Kuil Kaabah dengan cuma satu yang tersisa pada akhirnya dikuasai pihak muslim di kota Mekah. Bila anda memperbandingkan cerita/peristiwa penguasaan Kuil Kaabah oleh Muhamad dengan cerita kemauan muslim kuasai Kuil Borobudur, jadi itu hanya pengulangan peristiwa belaka. Nyatanya Muhamad tak saja kuasai Kuil Kaabah saja dengan dalih peninggalan Nabi Ibrahim (Yahudi), tapi juga hikayat serta nyaris segala tata cara beribadah bahkan juga ritual haji juga di ambil dari ritual Buddha, dari pojok pandang ini kalau relief di Borobudur bersesuaian dengan ayat-ayat al-Quran, itu begitu masuk akal banget!! 

Jadi kalau pada jaman kebodohan waktu selanjutnya Muhamad berhasil laksanakan “penyesuaian sejarah” Kaabah di Mekkah, demikian halnya hendaknya di Jawa atas Kuil Borobudur. Bila dimasa selanjutnya Muhamad berhasil laksanakan “penyesuaian sejarah” atas cerita keluarga Nabi Abraham serta keluarganya yang peristiwa aslinya dimakamkan di Makpela, Hebron, demikian halnya hendaknya saat ini muslim harus juga melakukanya atas makam Nabi Sulaiman (Yahudi) supaya lebih afdol sesuai makamnya umpamanya di alun-alun kota Sleman, seperti klaim Muhamad kalau makam Nabi Ibrahim ada di Mekkah kendati Nabi Ibrahim mustahil pernah menginjakkan kakinya di sana serta makam sejatinya berjarak beberapa ribu km. dari tanah gersang itu....

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "HEBOH CANDI BOROBUDUR ADALAH PENINGGALAN NEGARA ARAB....!! seorang sarjana muslim kenamaan dari Jakarta yakni Prof Fahmi Basya perihal Candi Borobudur sebagai warisan sejarah islam .."

Post a Comment