Kenapa Babi Diciptakan, Terus Diharamkan? Ternyata DNA Babi Dengan Manusia Mempunyai Kesamaan Yang Tinngi

Secara tegas Islam mengharamkan bangkai, darah, daging bagi dan binatang yang disembelih tanpa menggunakan syari'at, seperti firman Allah SWT dalam kitab suci Al Qur'an surat Al Baqarah 2:173.

"Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Demikianlah Allah SWT telah menggariskan hukum  yang harus dipatuhi oleh umatnya, tanpa umatnya  mengetahui mengapa sang Khalik memerintahkan demikian. Seperti misalnya diharamkannya atas babi. Beberapa tahun silam banyak yang beranggapan diharamkannya babi berhubungan erat dengan masalah kesehatan, karena kebiasaan babi yang selalu hidup ditempat yang jorok dan cara pembudidayaan yang tidak higinies. Seringkali babi juga dihubungkan dengan cacing pita karena babi lebih sering berada ditempat yang kotor. Daging babi bisa menjadi sumber penyakit bagi pemakannya.

Namun, apakah alasan kesehatan menjadi relavan untuk saat ini?. Pada sistem peternakan modern, dengan sistem pemeliharaan yang modern dan bersih, tidak tercium bau seperti pada peternakan babi tradisional. Babi dikelompokkan dalam suatu kandang dengan jumlah kepadatan tertentu, kandang yang bagus dan nyaman. Sistem pembuangan limbah dibuat sedemikian rupa, sehingga kotoran bisa dimanfaatkan kembali menjadi pupuk yang sama sekali tidak mengeluarkan bau. Dapat dipastikan babi tersebut sangat layak dikonsumsi oleh manusia. Jadi, apakah alasan kesehatan bisa dijadikan alasan yang kuat untuk menjadikan babi sebagai produk haram?.

Setiap perintah Allah SWT pasti mempunyai tujuan, yang terkadang manusia tidak mengetahuinya. Dan manusia mempunyai tugas untuk mencari "kode rahasia" untuk membuka "tabir misteri" yang diberikan oleh Allah SWT. Dua dasawarsa terakhir ini penggunaan babi sebagai media untuk transplantasi organ dari hewan kepada manusia (xenotransplantasi) intensive dilakukan. Modifikasi gen babi agar organ yang dihasilkan seperti ginjal dan jantung dapat dicangkok ke tubuh manusia.

Teknologi rekayasa genetik dengan cara mentransfer gen manusia ke babi dilakukan agar babi yang dihasilkan memiliki organ tubuh yang dapat diterima oleh tubuh manusia. Penelitian mengungkapkan bahwa ternyata DNA babi mempunyai kesamaan yang tinggi, baik dilihat dari segi fisiologis maupun genetis dengan manusia. Contohnya urutan kesamaan DNA babi mencapai 98,9% dengan manusia. Tingkat kesamaan genetika yang tinggi memungkinkan babi dan manusia mempunyai kesamaan penyakit dan kelainan genetika, yang berakibat penyakit yang menyerang babi bisa menyerang manusia. Sebagai contoh adalah wabah ebola yang menyerang babi di Philipina, menunjukkan penularan penyakit ebola dari babi ke manusia tinggal menunggu waktu.

Namun sebenarnya, babi memiliki peran lebih dari sekadar sumber donor organ. Selama lebih dari 30 tahun, para ilmuwan telah menggunakan babi dalam berbagai bidang kedokteran, termasuk dermatologi, kardiologi (jantung), dan masih banyak lagi.

Baru-baru ini para ilmuwan bahkan mampu menumbuhkan kembali otot kaki manusia menggunakan implan yang dibuat dari jaringan kandung kemih babi.

Lantas, apa yang membuat hewan ini begitu bernilai dalam riset kedokteran? Babi dan manusia memang banyak perbedaan. Keduanya hanya berbagi tiga klasifikasi ilmiah, dan tentu saja tidak ada kemiripannya dari luar.

Meski demikian, sistem biologi babi sebenarnya sangat mirip dengan manusia.

"Mereka punya sejumlah kesamaan anatomi dan fisiologi dengan manusia walau sistemnya berbeda. Babi merupakan model riset translasi. Oleh karenanya, apa yang bekerja pada babi, besar kemungkinannya akan bekerja juga pada manusia," kata dr Michael Swindle, penulis buku Swine in the Laboratory.

Swindle menjelaskan, mayoritas organ sistem babi punya kesamaan hingga 90 persen jika dibandingan dengan sistem pada manusia, baik dalam hal anatomi maupun fungsi.

Sistem yang cocok antara lain sistem kardiovaskular karena ukuran dan bentuk jantung babi sama dengan milik manusia. Babi juga bisa mengalami aterosklerosis atau penumpukan lemak pada pembuluh darah, sama seperti halnya manusia. Mereka juga bisa mengalami reaksi serangan jantung.

Karena kesamaannya inilah para ilmuwan sejak lama menggunakan babi untuk menguji alat kateter dan metode operasi jantung. Babi juga dipakai untuk memahami bagaimana kerja jantung secara umum.

Jaringan yang diambil dari jantung babi juga sudah dipakai untuk menggantikan katup jantung yang rusak pada manusia. Katup jantung ini bisa bertahan sampai 15 tahun dalam tubuh manusia.

Selain kesamaan jantung dan pembuluh darah, karakteristik lain yang hampir mirip antara manusia dan babi adalah, keduanya mengonsumsi tanaman dan juga daging.

"Babi merupakan hewan omnivora seperti kita. Mereka bisa makan dan minum apa saja. Karena inilah, fisiologi pencernaan dan proses metabolik dalam lever mereka sama seperti pada manusia. Babi sudah dipakai dalam banyak studi seputar pola makan, termasuk soal penyerapan obat," kata Swindle.

Organ ginjal

Kesamaan dengan manusia tidak berhenti sampai di sini. Ukuran ginjal babi dan fungsinya ternyata tak jauh berbeda dengan ginjal kita. Maka jadilah babi menjadi bagian dari riset tentang ginjal. Selain itu, babi juga sudah menjadi model standar operasi plastik karena proses penyembuhan kulit mereka lagi-lagi mirip dengan kulit manusia.

Ada pula hal lainnya. Para penderita diabetes yang menggunakan suntikan insulin harian juga bergantung pada insulin dari babi. Namun, ini hanya berlangsung sampai tahun 1980 karena setelah itu perusahaan farmasi mulai membuat insulin biosintetis menggunakan teknologi DNA.

Pankreas babi yang menghasilkan insulin memang sama dengan manusia sehingga berbagai riset mengenai diabetes sejak dulu memakai isolasi sel ini.

Para ilmuwan tak mengetahui mengapa organ dan sistem anatomi babi begitu mirip dengan manusia. Swindle menduga bahwa jutaan tahun lalu mungkin kemiripannya lebih banyak lagi, tetapi proses evolusi membuat hewan ini berkembang secara berbeda.

"Saya pribadi percaya, babi adalah omnivora sejati sehingga metabolisme dan hormon mereka membuat banyak kesamaan dengan karateristik pada manusia," katanya.

Mengingat begitu banyaknya kesamaan dalam sistem organ dan makin tingginya kebutuhan donor organ, babi kini menjadi target sebagai sumber organ jantung dan paru bagi manusia.

Kedekatan genetik antara babi dan manusia adalah "salah satu kemungkinan" diharamkannya babi karena terkait dengan kanibalisme bagi pemakannya. Rahasia Allah SWT perlahan akan terbuka. Namun apabila kita sebagai manusia yang memiliki keterbatasan ternyata tidak juga mampu menguak rahasia Allah SWT, siapa tahu Allah SWT hanya menguji keteguhan iman manusia sebagai khalifah dimuka bumi untuk mematuhi setiap larangan-Nya. Siapa tahu, bukan?. Allah SWT mengetahui segalanya.


sumber : kompasiana.com | nationalgeographic.co.id

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenapa Babi Diciptakan, Terus Diharamkan? Ternyata DNA Babi Dengan Manusia Mempunyai Kesamaan Yang Tinngi"

Post a Comment