Bertahan Bukan Berarti Tidak Terluka, Melainkan Sudah Mati Rasa...



Yang sakit adalah ketika kamu berusaha untuk bertahan namun bagaikan di hapus secara perlahan olehnya, tidak menggapmu penting, sama sekali bukan prioritasnya, sedangkan kamu terhadapnya selalu menjadi prioritas yang utama.
Tak perduli sesibuk apapun kamu, kamu akan tetap memeperhatikannya entah lewat sapaan kecil dan selalu mengabarinya, sedangkan dia hanya sibuk dengan dunia sendiri tanpa membalas apalagi memberi kabar, yang lebih parahnya lagi dia mengabarimu hanya sebatas dia perlu.

Itu terus terjadi, selama bertahun-tahunpun perasaan itu tetap sama terhadapnya, coba lihat Apa yang sudah dia lakukan terhadapmu. Jahat.

Kamu kira mudah selama ini tetap bertahan untukmu, malah semakin lama semakin menunjukkan dirimu yang sebenarnya, mendekati perempuan sebanyak yang kamu mau, terlalu merasa kecakepan sehingga dengan mudah menjual tampangnya atas nama sayang. Itu kah kamu ? Ya aku rasa itu benar- benar kamu sekalipun aku merasa itu tidak mungkin tapi itu lah kenyataanyya.

Aku menyesalinya bertahan dan menyangimu se jauh ini, sudah berapa banyak perempuan yang kamu dekati, sahabatku dan orang-orang yang aku kenal. Bahkan bagiku enggan untuk mencintai siapapun, aku akui itu dulu. Tapi tidak dengan sekarang aku seperti daun itu berguguran.

Menurutku mencintai dan menyangi seseorang itu sama halnya dengan bodoh, bagaimana tidak karena seorang perempuan memiliki insting yang kuat ia sebetulnya merasa dan tau bahwa laki-laki yang sedang ia cintai tidak meperdulikannya bahkan cintanya tidak begitu besar terhadapnyaa.

Namun mahluk yang bernama perempuan itu masih bisa menjalaninya dan tetap ingin menunjukkan betapa dirinya begitu mencintainya dan seolah-olah ia ingin membuktikan bahwa hanya ia yang terbaik dan pantas untuknya. menyianyiakannya itu lah kerjaanmu selama ini

Aku rasa kamu menyadaarinya bagaimana perasaanku yang sebanarnya dan dan bagaimana selama ini aku masih tetap mencintaimu. Kamunya saja yang membiarkan aku terus menyangangimu dan balik menyalahkan ku hanya karena terlalu sayang. Situ waras.. ?

Apapun yang aku lakukan tetap saja tidak berharg dimatamu, terus saja seperti itu, nanti ketika hatiku sudah benar-benar capek aku akan beranjak pergi dan aku akan pastikan aku tidak membawa hal tentangmu.

Karena memang benar, yang setia, yang selalu mengorbankan waktunya dan berusaha untuk selalu ada itu jahat.

Karena sesakit apapun kamu hanya bisa bertahan bukan karena apa, hanya karna kamu masih ingin tetap ia berada di sampingmu, tetap menyangi dan mencintainya meski bagimu mencintainya lsperti menanam paku ke dalam hatimu. tak peduli bagaimana sakitnya penginaatannya, karana menurutmu kehilangannya jauh lebih sakit.

Kamu hanya bisa terus berharap suatu saat nanti dia bisa membalas semua perasaanmu, sehinnga meski hatimu terluka kamu akan tetap berada di sampingnya, tak berubah sedikitpun, dan tak ingin mencari yang lain meski dia terlalu sering mengecewakkanmu tetapi kamu tidak memperdulikan itu semua.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bertahan Bukan Berarti Tidak Terluka, Melainkan Sudah Mati Rasa..."

Post a Comment